Arsip Statis Seniman : I Dewa Gede Bakti

Oleh : perpustakaan | 13 Mei 2019 | Dibaca : 221 Pengunjung


Arsip Statis Seniman : I Dewa Gede Bakti

I Dewa Gede Bakti merupakan Seniman Tari yang berasal dari Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

Beliau lahir pada tanggal 31 Desember 1960 di Sulahan. Pria yang menyandang gelar Sarjana Sospol ini merupakan anak pertama dari pasangan I Dewa Made Daging yang juga merupakan seorang seniman dengan I Dewa Ayu Ketut Runih. I Dewa Gede Bakti memiliki 3 (tiga) orang anak hasil pernikahannya dengan I Dewa Agung Ayu Astiti, yakni : I Dewa Gede Putra Astika, I Dewa Made Budi Artawan dan I Dewa Nyoman Sedana Arta.

Pada awalnya I Dewa Gede Bakti merupakan orang yang anti dengan kesenian meskipun keturunan dari ayah yang merupakan seorang Seniman Tari. Karena keinginan ayahnya maka dipaksalah I Dewa Gede Bakti memerankan tokoh Leak-leakan dalam pementasan Calonarang. Ternyata hal ini mampu menghilangkan sifatnya yang anti dengan kesenian dan mulai menumbuhkan minatnya dalam menekuni dunia seni. Pada tahun 1980 beliau mulai menekuni dunia seni tari dan di tahun 1982 ditunjuk menjadi anggota Gong Kebyar Duta Kabupaten Bangli. Disanalah beliau diajarkan berbagai agem tari oleh Seniman Tari yang bernama Bapak Nyoman Pudja. Melalui dasar tari ini beliau mulai mengembangkan kemampuannya dalam menari dan mementaskannya dalam berbagai ajang pertunjukan maupun untuk ritual keagamaan (tari wali).

Selain menguasai Seni Tari, I Dewa Gede Bakti juga menguasai Seni Pedalangan. Hal ini berawal di tahun 2000 yang saat itu sedang dilaksanakannya upacara di Pura Desa Sulahan. Kebetulan untuk pementasan wayang di Pura tesebut yang menjadi Dalang sedang berhalangan hadir, maka I Dewa Gede Bakti mengambil tugas sebagai Dalang dengan berdasarkan pakem vocal pewayangan yang dikuasainya.

Dari berbagai kegiatannya dalam berkesenian, I Dewa Gede Bakti memperoleh berbagai penghargaan diantaranya :

-     Tahun 1989 sebagai Juara I dalam Panggung Penerangan/ Festival Pertunjukan Rakyat Tradisional Tingkat Kabupaten,

-     Tahun 2004 sebagai Juara Harapan II Lomba Topeng Pajegan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XXVI, dan

-     Pada Tahun 2007 memperoleh Penghargaan Bupati Bangli atas partisipasinya sebagai Penari Gong Kebyar Dewasa Kabupaten Bangli pada PKB XXIX.

 

Kehidupan dalam berkesenian tidak cukup untuk dikuasai sendiri namun sangat perlu dilestarikan, salah satunya adalah dengan cara membina generasi muda dalam berkesenian. Hal ini tentu diyakini oleh I Dewa Gede Bakti sehingga pada tahun 2005 beliau mendirikan Pasraman Desa Sulahan, yang menekuni kesenian Tari Wayang Wong. Dan di tahun 2015 beliau mendirikan Sanggar Seni Pucak Manik yang menekuni kesenian Tari Wayang Wong, Tari Barong serta beraneka Tari Lepas.


ARTIKEL LAINNYA

LIHAT ARSIP ARTIKEL LAINNYA

 

BAGIAN ORGANISASI SETDA. KABUPATEN BANGLI, KEPALA SUB. BAG PERPUSTAKAAN

I Dewa Gde Yudi Liastawan, SE