Oleh : perpustakaan | 10 Mei 2019 | Dibaca : 225 Pengunjung
|
|
| Arsip Statis Seniman : A. A. Gede Bagus Ardhana |
Pria kelahiran Puri Kilian, Lingkungan Puri Agung Bangli pada tahun 1931. A.A. Gede Bagus Ardhana anak keempat dari enam saudara yang lahir dari hasil perkawinan Anak Agung Gede Agung Anom Putra (alm) dengan Anak Agung Biang Made Rai (alm). A.A. Gede Bagus Ardhana dikaruniai 14 putra-putri dari dua istri yang dikawininya secara sah masing-masing Anak Agung Oka dan Jero Ketut Mekar. Seni yang digeluti Anak Agung Gede Bagus Ardhana, berupa karya lukis di atas kanvas dengan corak tradisional semi naturalis khas Bali.
Karena piawainya menggoreskan kuas di atas kanvas, orang awam sekalipun cukup mudah menangkap pesan lewat gambar yang disampaikan sang pelukis. Seniman kondang yang telah melahirkan puluhan bahkan ratusan karya seni rupa, sesungguhnya tidak sekonyong-konyong tampil sebagai seniman, melainkan kariernya dimulai sebagai pejuang bangsa.
Setelah Indonesia Merdeka pria yang mengenyam pendidikan HIS Silo Darma Klungkung pada masa penjajahan Belanda itu menekuni karya seni di atas kanvas sejak tahun 1957.
Karya seni perdananya berjudul “Anoman Duta”, menyusul karya lainnya yang diberi nama “Anoman Kebasta”. Karya seni sentuhan pria berpenampilan sederhana itu sering dijadikan cinderamata untuk tamu-tamu penting yang berkunjung ke Bangli.
Aktifitas melukis tetap digeluti serta mengabdikan diri sesuai harapan masyarakat yakni menjadi Ketua BPPLA Kabupaten Bangli selama 12 tahun, periode 1987-1999.
Pria sederhana yang tetap tampak sehat bugar di usia senja hingga sekarang masih dipercaya menjabat Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli dan Ketua Markas Ranting Legiun Vetran Republik Indonesia (LVRI) Kecamatan Bangli. Namun disamping kesibukannya beliau juga sering diminta oleh masyarakat Bangli untuk mengadakan pemulasan terhadap benda-benda sakral seperti Barong, Rangda, Karas dan lain-lain termasuk juga Pelinggih Pura.
Bahkan jabatan Ketua LVRI itu telah diembannya selama 34 tahun sejak 1968.
Aktifitas Seni
A.A. Gede Bagus Ardhana, seorang tokoh masyarakat Bangli yang dipercaya membaca “Purana” tentang sejarah kelahiran Bangli yang termuat dalam Prasasti Pura Kehen setiap puncak Peringatan HUT Kota Bangli sangat senang mentransfer keahliannya kepada seniman-seniman muda.
Kakek dari sejumlah cucu itu dengan senang hati membina dan mendidik generasi muda yang berminat belajar seni lukis. Tidak terhitung jumlahnya entah berapa ratus orang seniman lukis lahir dari binaannya.
Diantara ratusan anak didik binaannya yang cukup berbakat dengan hasil karyanya yang bermutu antara lain I Nengah Dipta, I Wayan Badra dan I Nyoman Cakra semuanya berasal dari Kabupaten Bangli.
Selain itu separuh lebih dari 14 anak kandungnya mewarisi darah seni dan kini menggeluti dunia lukis, dengan karya seni di atas kanvas yang patut diperhitungkan.
A.A. Gede Bagus Ardhana di tengah aktifitasnya mengabdikan diri dalam berbagai organisasi kemasyarakatan maupun pemerintahan itu tidak bias lepas dari aktifitas seni.
Hal itu terlihat dari sejumlah lukisan yang ditampilkan dalam pameran tunggal di Taman Budaya Denpasar berkaitan dengan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktifitas seni tahunan yang digelar secara berkesinambungan di Pulau Dewata.
Sedikitnya tujuh kali pernah menggelar pameran yang berawal pada tahun 1973 dan terakhir di Hotel Bali Cliff Resort dan Taksu Bali masing-masing tahun 2001 dan Januari 2002.
Arsip Statis Veteran : I Wayan Geledug
259Arsip Statis Veteran : Nyoman Murah
714Arsip Statis Seniman Drama Gong : Ni Wayan Sirat
325Arsip Statis Veteran : I Mundel
265Arsip Statis Veteran : I Nyoman Pudji
BAGIAN ORGANISASI SETDA. KABUPATEN BANGLI, KEPALA SUB. BAG PERPUSTAKAAN
I Dewa Gde Yudi Liastawan, SE